Terpopuler:

6 Tips Memilih Dress untuk Balita

25 September 2015 - Kategori Blog

Memilih dress untuk balita? hmm emang gampang-gampang susah ya? — Tiba saatnya, ketika kita mesti memilih dress mana atau yang hendak kita beli terkait undangan atau acara tertentu, terutama acara formal, sementara Anda prutri tercinta tampil anggung, tidak biasa, dengan dress atau gaun cantik menawan. Berikut beberapa tips singkat dari tokobajubatikanak.com bagi Anda yang hendak me-makeover balita putri tercinta Anda dengan gaun dan tanpa menghilangkan kesan anak-anak wajar pada umumnya.

baju warna cerah dan ceria

1. Nyaman. Tentu mesti berbeda dengan busana ayah dan bunda, dimana aspek nyaman mungkin saja jadi nomor dua. Sebaliknya untuk balita, kenyamanan justru adalah pertimbangan pertama, faktor utama yang harus dipertimbangkan. Ketika balita tidak nyaman dengan pakaiannya, ia akan menjadi rewel ketika rasa lelah dan kantuk menyerang –inilah yang saya sebut susah-susah gampang–, walaupun mungkin saja di awal ia merasa senang karena baju barunya.  Tentu ini akan menyulitkan orangtua. Apalagi Anda sedang mengenakan pakaian pesta yang belum tentu nyaman menggendong balita. Jika balita Anda sudah tidak suka dan tidak nyaman sejak awal menggunakan pakaian tersebut, jangan paksakan.

2. Katun. Katun adalah jenis kain terbaik dan tepat untuk busana si balita tercinta, selain lebih menyerap keringat, kami dapat katakan bahwa bahan inilah yang paling nyaman bagi si balita –lagi-lagi kembali ke aspek nyaman–. Untuk busana pesta, walaupun bagian luar menggunakan bahan bahan sintetis, seperti organdi atau sifon, namun lapisan dalam harus tetap menggunakan bahan katun.

3. Warna dan potongan. Warna yang paling tepat untuk anak-anak adalah warna-warna cerah dan lembut, tapi anak pun boleh saja menggunakan warna yang lebih tua dan berani, asalkan potongan dan modelnya tetap anak-anak. Kedua faktor ini, warna dan potongan, sebisa mungkin
seimbangkan. Misalnya, penggunaan warna ungu tua, hitam, hijau tua, dikombinasikan dengan model rok balon, baby doll, atau gaun dengan potongan pinggang.

4. Kerut dan renda
. Kerut atau rimpel dan renda boleh digunakan asalkan hanya berupa hiasan di bagian luar busana dan tidak bersentuhan langsung dengan kulit balita. Renda dan lipit-lipit yang terlalu banyak, kemudian bersentuhan dengan kulit, akan menimbulkan rasa gatal dan tidak nyaman.

5. Tetap polos. Sesuai dengan perkembangan tren mode sekarang, tak jarang pula balita ingin berbusana seperti orang dewasa. Bagaimana pun anak-anak adalah peniru, terutama gaya sang bunda. Boleh-boleh saja, asalkan tetap sesuai dengan jiwa anak-anak, yaitu innocent atau polos. Tren mode pakaian dewasa bisa diaplikasikan untuk anak-anak dengan menggunakan warna, motif dan model yang sesuai. “Misalnya, kalau ibunya pakai legging dan baju polkadot (bulat-bulat) hitam putih, anak bisa memakai legging dengan warna pink dan atasan baby doll bunga-bunga warna soft pink,” kata Shantica.

6. Aksesoris. Untuk aksesoris lebih baik menggunakan yang berbahan plastik yang dipoles sehingga tidak ada bagian tajam dan proses pemolesan akan membuat material aksesoris terlihat berkilau. Jika ingin menggunakan payet, gunakan yang berbahan resin. Hindari aksesoris yang terlalu besar berupa chunky atau manik-manik dalam potongan besar, dan yang terlalu gemerlap, misalnya material yang mirip berlian Swarovsky. Selain karena asesoris tersebut tidak menonjolkan sisi innocent anak-anak, materi itu juga biasanya bersiku sehingga tajam dan kurang bersahabat untuk kulit balita.